Isoflurane

ISOFLURANE


Isoflurane adalah obat anestesi inhalasi yang merupakan halogenasi eter disintesis oleh Terrel dkk tahun 1965 dipakai dalam anestesi mulai 1981. Dikemas dalam cairan tak berwarna dan berbau tajam menyebabkan induksi tidak nyaman, menimbulkan iritasi jalan nafas sehingga pada saat induksi menimbulkan batuk dan tahan nafas, tidak mudah terbakar dan tidak terpengaruh oleh cahaya, N20 menurunkan konsentrasi alveolar minimal (MAC) isofluran.

Efek pada Sistem Organ
  • Kardiovaskular (terhadap jantung dan peredaran darah)
Depresi ringan pada jantung, curah jantung dipertahankan dengan meningkatnya frekuensi jantung, tekanan darah dan denyut nadi relatif stabil selama anestesi dengan demikian merupakan obat pilihan untuk anestesi pasien menderita kelainan kardiovaskular.
Stimulasi beta- adrenergik meningkatkan aliran darah pada otot rangka menurunkan tahanan vaskular sistemik dan menurunkan tekanan darah keadaan ini tidak dapat ditoleransi oleh pasien hipovolemi atau pasien kekurangan cairan.
  • Respirasi (terhadap pernapasan)
Meskipun cenderung menyebabkan iritasi jalan nafas atas, isofluran mempunyai sifat bronkhodilator tetapi tidak sekuat halotan. Dapat menyebabkan depresi nafas. Pada 0.1 MAC isofluran sudah dapat mengurangi respon ventilasi pada hipoksia (kurangnya pasokan O2 di sel dan jaringan) dan hiperkarbi (kadar CO2 dalam tubuh meningkat).
  • Serebral (Sistem Saraf Pusat)

Dengan konsentrasi lebih dari 1 MAC isofluran meningkatkan aliran darah otak dan tekanan intrakranial yang lebih rendah dibandingkan dengan enfluran dan halotan. isofluran mengurangi kebutuhan oksigen otak sehingga dengan demikian merupakan obat pilihan untuk anestesi pada kraniotomi. Isofluran dapat meningkatkan aktifitas listrik EEG sehingga bermanfaat untuk brain protection pada periode ischemia cerebral dan efek metaboliknya yang menguntungkan pada teknik hipotensi kendali.
  • Neuromuskular (terhadap otot rangka)
Isofluran menimbulkan efek relaksasi pada otot rangka, berpotensiasi dengan obat pelumpuh otot nondepolarisasi.
  • Renal (terhadap ginjal)
Pada dosis anestesia isofluran menurunkan aliran darah, laju filtrasi glomerulus sehingga produksi urin menurun, akan tetapi masih dalam batas normal.Toksisitas pada ginjal tidak terjadi. 
  • Hepar (terhadap hati)
Pada hati isofluran menurunkan aliran darah hati tetapi penyaluran oksigen hati relatif masih tinggi terlihat dari saturasi oksigen vena hepatica yang masih terjaga. Tidak menimbulkan perubahan fungsi hati, samapi saat ini belum ada laporan hasil penelitian yang menyatakan bahwa isofluran hepatotoksik.

Biotransformasi

Hampir seluruhnya dikeluarkan melalui udara ekspirasi, hanya 0.2% dimetabolisme dalam tubuh. konsentrasi metabolitnya sangat rendah, tidak cukup untuk menimbulkan gangguan fungsi ginjal

Penggunaan Klinik

Sebagai komponen hipnotik dalam pemeliharan anestesia umum, disamping efek hipnotik, juga mempunyai efek analgetik ringan dan relaksasi otot ringan. Untuk mengubah cairan isofluran menjadi uap, diperlukan alat penguap yaitu "vaporizer" khusus isofluran.
  • Induksi dan Pemeliharaan
Induksi sebaiknya dimulai dengan 0.5% dan dinaikan bertahap dengan konsentrasi 1.3-3%. Dalam waktu 7-10 menit biasanya sudah dicapai stadium pembedahan anestesi. Induksi inhalasi isofluran pada bayi menyebabkan turunnya laju jantung, tekanan darah sistolik dan tekanan arteri rerata. Premedikasi atropin dapat mengurangi bradikardi, tetapi tidak dapat mencegah turunnya tekanan darah.

Pemeliharaan anestesi antara 1-2.5% dengan kombinasi N2O dan O2 apabila tidak menggunakan N2O hanya dengan O2 diperlukan dosis 1.5-3%.
Pedoman/Peringatan
  1. Sangat sensitif terhadap obat anestesi halogen
  2. Diketahui mudah mengalami demam yang hebat (malignant hypertermia)
  3. Pernah mendapat anestesi isofluran atau halogen lainnya akan terjadi ikterus atau gangguan fungsi hati atau eosinophelia pada masa pasca anestesi
  4. Pada kasus obstetri, dengan konsentrasi 1 vol% pada uterus hamil menyebabkan relaksasi dan kurang responsive jika diantisipasi dengan oksitosin, sehingga dapat menyebabkan perdarahan pasca persalinan
  5. Pasien dengan hipovolemi berat tidak dapat mentoleransi efek vasodilatasi dari isofluran
Keuntungan dan Kelemahan

Keuntungan : induksi cepat, pemulihan cepat dibandingkan enfluran dan halotan, tidak menimbulkan mual muntah dan tidak menimbulkan menggigil pasca anestesi, tidak mudah terbakar, obat pilihan untuk kraniotomi dan kelainan kardiovaskular.
Kelemahan : batas keamanan sempit (mudah terjadi kelebihan dosis), alagesia dan relaksasinya kurang sehingga harus dikombinasikan dengan obat lain

Sumber:
Mangku,gde dan tjokorda gde agung senapathi.2010.Buku ajar ilmu anestesia dan reaminasi. Jakarta:pt. Macanan jatya cemerlang.
Omoigui,sota.1997.buku saku obat-obatan anestesia (the anesthesia drugs handbook). Jakarta: egc
Soerasdi,errasmus.2010.buku saku obat-obatan anesthesia sehari-hari. Bandung
Soenarjo dan heru dwi jatmiko.2013.Anestesiologi.Perdatin

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Isoflurane"