Ketamin atau Ketalar hipnotik

KETAMIN


Ketamin atau biasa populer disebut ketalar adalah obat hipnotik yang analgesinya kuat. Diperkenalkan oleh Domino dan Carsen tahun 1965. Ketamin menimbulkan anestesi disosiasi, disini setiap rangsang yang diterima akan diinterpretasikan berbeda, hal ini karena ketamin menimbulkan gangguan fungsi dan gangguan elektrofisiologi antara thalamokortical dan sistem limbik. Dalam hal ini pasien mengalami katalepsi, mendapat analgesi yang kuat dan amnesia. Pasien dapat mengalami halusinasi dan mimpi buruk, kejadian yang lebih sering pada pasien wanita dan orang dewasa. Tanda dari efek ketamin kadang-kadang dijumpai gerakan yang tidak disadari, seperti gerakan mengunyah, menelan, tremor dan kejang. Biasanya juga pasien mengalami diplopia atau gangguan penglihatan lain, yang bertahan sampai beberapa saat, setelah pemulihan kesadaran.

Dosis
Induksi
IV : 1-3 mg/kgBB
IM : 4-11 mg/kgBB
SC : 0.5-1 mg/kgBB
Onset
IV : 10-60 detik
IM : 3-20 menit
Durasi
10-20 menit


Efek pada Sistem Organ
  • Sistem Saraf Pusat
Meningkatkan aliran darah ke otak, konsumsi oksigen otak dan tekanan intrakranial, karena itu berbahaya memberikan ketamin pada penderita dengan tekanan intrakranial yang tinggi. Efek-efek tersebut dapat dikurangi dengan pemberian diazepam atau obat lain yang mempunyai khasiat amnesia sebelum diberikan ketamin. Ketamin juga meningkatkan terjadinya kejang pada psien-pasien epilepsi.
  • Mata
Menimbulkan lakrimasi, nistagmus dan kelopak mata terbuka secara spontan. Terjadi peningkatan intra okuler akibat peningkatan aliran darah pada fleksus koroidalis.
  • Kardiovaskular
Ketamin adalah obat anestesia yang bersifat simpatomimetik sehingga meningkatkan TD, laju jantung dan curah jantung. Peningkatan maksimal terjadi 2-4 menit sesudah pemberian intravena, kemudian dengan perlahan-lahan antara 10-20 menit akan kembali normal. Peningkatan kardiovaskular ini, diduga akibat eksitasi pusat simpatis. Peningkatan TD disebabkan oleh karena efek inotropik positif dan vasokontriksi pembuluh darah perifer. Selain itu didalam plasma, terjadi peningkatan epinefrin dan nor epinefrin, 2 menit sesudah penyuntikan intravena dan kembali normal 15 menit kemudian.

Dengan adanya efek stimulasi kardiovaskular, maka ketamin dipakai untuk induksi pasien syok.
  • Respirasi
Ketamin hanya sedikit mengurangi respiratory rate. Ladang-kadang menyebabkan apnea pada penyuntikan intravena cepat, atau pada pasien yang mendapat narkotik. Sedang pemberian dosis kecil diazepam (0.2 mg/kgBB) hanya menimbulkan sedikit pengaruh pada respirasi, tetapi dengan dosis tinggi akan menimbulkan depresi nafas.

Reflek-reflek dan tonus otot jalan nafas atas, biasanya masih aktif. Sekresi kelenjar tracheo bronkhial dan saliva meningkat, efek ini bisa dihambat dengan obat-obat antikholinergik. Ketamin mempunyai sifat melebarkan bronkus dan dapat dipakai untuk penderita asma bronkhial. Obat ini menimbulkan nausea dan vomitus. 
  • Hepar dan Ginjal
Ketamin tidak menimbulkan perubahan yang signifikan pada test faal hati dan test faal ginjal. 
  • Janin
Ketamin dapat menembus barier placenta dan meningkatkan tonus otot janin, tetapi tidak menurunkan tonus uterus. Pengaruh pada bayi yang dilahirkan oleh ibu yang mendapat ketamin untuk analgesi persalinan tergantung dosisnya. Pada dosis tinggi menyebabkan depresi, tetapi dengan dosis 0.2-0.5 mg/kgBB tidak menyebabkan depresi bayi.

Emergency Delirium
Dapat terjadi pada periode pasca anestesi ketamin, mengenai visual, pendengaran, roprioseptif, ilusi, bingung yang dapat berkembang menjadi delirium. Mimpi buruk dan halusinasi dapat terjadi 24 jam sesudah anestesi ketamin dan biasanya akan hilang dalam beberapa jam.
Faktor yang diduga dapat meningkatkan angka kejadian mimpi buruk dan halusinasi antara lain wanita, usia lebih dari 16 tahun, dosis ketamin lebih dari 2 mg/kgBB dan mempunyai riwayat sering mimpi buruk serta pemberian obat atropin dan droperidol. Emergency delirium dapat dikurangi dengan memberikan obat golongan benzodiazepin.

Kontraindikasi
-Hipertensi yang tak terkontrol
-Hipertiroid
-Preeklampsi/Eklampsi
-Gagal jantung
-Miokard infark
-Aneurisma intrakranial, thoraks dan abdomen
-Tekanan intrakranial tinggi dan perdarahan abdomen
-Tekanan intraokuler yang tinggi
-Trauma mata terbuka
-Tirotoksikosis
-Diabetes melitus
-Paeokromositoma

Indikasi
  • Induksi Anestesia, pada:
1.Bedah sesar, karena efek depresinya minimal

2.Anak-anak balita yang tidak kooperatif, diberika secara IM
3.Pasien asma, hipotensi, syok
  • Obat Anestesia Pokok
Digunakan untuk operasi-operasi di daerah superfisial, berlangsung singkat dan tidak memerlukan relaksasi otot maksimal, misalnya pada bidang bedah mulut, untuk:
1.Beberapa jenis eksterpasi tumor kecil pada bibir
2.Beberapa prosedur diagnostik untuk anak-anak
  • Analgetik Pascatrauma atau Pascabedah
Untuk menanggulangi nyeri akut pasca trauma atau bedah, dikombinasikan dengan obat sedatif.

Sumber:
Mangku,gde dan tjokorda gde agung senapathi.2010.Buku ajar ilmu anestesia dan reaminasi. Jakarta:pt. Macanan jatya cemerlang.
Omoigui,sota.1997.buku saku obat-obatan anestesia (the anesthesia drugs handbook). Jakarta: egc
Soerasdi,errasmus.2010.buku saku obat-obatan anesthesia sehari-hari. Bandung
Soenarjo dan heru dwi jatmiko.2013.Anestesiologi.Perdatin

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Ketamin atau Ketalar hipnotik"

Posting Komentar